RANTAI BISNIS PERUSAHAAN

PGN LNG merupakan anak perusahaan PGN yang didirikan untuk melaksanakan usaha khusus di bidang LNG. Kami bertugas untuk melakukan pengembangan infrastruktur LNG di seluruh Wilayah Indonesia serta mendukung PGN dengan menjamin stabilitas keamanan pasokan gas (Security of Gas Supply).

Kami akan bertanggungjawab dalam melakukan pengadaan LNG, mengangkut LNG ke LNG Terminal, membangun LNG Terminal dan mendistribusikan gas langsung ke fasilitas pelanggan. Kami siap untuk mengambil peran di sepanjang rantai pasokan LNG, mulai dari pembangunan LNG Liquefaction Plant, FSRU, Small FSRU, Land Based LNG Terminal, Small Regas Terminal dan LNG Bunkering Terminal dengan berbagai moda transportasi menggunakan LNG Carrier dan/atau LNG Trucking.

 

1

LNG Plant

LNG Plant adalah sebuah fasilitas yang berfungsi untuk mencairkan gas menjadi LNG dan biasanya dibangun berdekatan dengan sebuah sumber gas. Proses Liquefaction ini dilakukan sebagai sebuah metode untuk mengirimkan gas agar mencapai pelanggan yang berlokasi dengan jarak yang jauh dari sumber gas, atau untuk melayani area yang belum dicapai oleh jaringan pipa.

Sebelum dicairkan, gas akan melalui sebuah proses pemurnian, antara lain pembuangan gas asam, dehidrasi, pembuangan mercury dan kontaminan lainnya.

2

FSRU Lampung

FSRU Lampung tersebut terintegrasi dengan jalur pipa SSWJ yang menyambungkan sumber gas di Sumatera dengan pelanggan potensial terbesar di Jawa Barat, Indonesia. FSRU Lampung menerima LNG dari sebuah LNG Carrier melalui sebuah konfigurasi antar-kapal untuk proses regasifikasi. FSRU Lampung terletak kurang lebih 21 km dengan stasiun penerimaan ORF dan pembagian gas Labuhan Maringgai.

FSRU adalah sebuah Unit Penyimpanan dan Regasifikasi Terapung yang ditambatkan pada sebuah struktur yang disebut Tower Yoke, yang mana bagian atasnya dapat berputar 360° untuk memastikan FSRU tetap aman saat perubahan kondisi laut di sekitarnya.

Tower Yoke Mooring System (TYMS)

  • Dibangun oleh SOFEC, RRC

  • Dasar Laut: 23 m

  • Tinggi: 48.5 m (from seabed to topdeck of TYMS)

  • TYMS memiliki 2 poros yang memungkinkan kapal untuk berputar dan berayun relatif dengan menara dan pemberat cair yang menyediakan daya pemulihan pada tambatan dan kapal.

Berat

  • FSRU in air laut: 81,900 ton

  • Kapasitas Penyimpanan: 170,000 m³

  • Kapasitas Regasifikasi: 240 MMSCFD

  • Jalur Pipa Lepas Pantai: 21 km±

Dimensi FSRU

  • 294 m LOA

  • 26 m Deep Moulded

3

Onshore Receiving Facilities

Process plant dimana LNG yang telah diregasifikasi di FSRU diproses lebih lanjut sebelum diteruskan kepada pelanggan. Proses yang terjadi pada ORF terdiri beberapa tahapan yaitu Gas dari FSRU masuk kedalam Filter kemudian dipanaskan dengan Indirect Fired Water Bath Heater atau biasa yang disingkat IFWBH setelah itu melewati Metering system dan yang terakhir menurunkan tekanan melalui Pressure Let Down Valve sebelum dilanjutkan pengiriman gas kepada Pelanggan.

4

LNG Small FSRU

Merupakan fasilitas FSRU dengan kapasitas kapal up to 30.000 m3 biasanya digunakan untuk kebutuhan energi lebih kecil hingga 50 MMSCFD.

5

LNG Base Receive Terminal

Fasilitas penerimaan di darat yang berfungsi untuk menyimpan LNG. LNG dapat didistribusikan lebih lanjut dengan menggunakan metode LNG trucking, LNG iso container atau dialirkan melalui piping dalam bentuk gas.

6

LNG Bunkering For Marine

LNG Bunkering adalah falilitas yang digunakan untuk menyimpan, mendistribusikan serta mengisi ulang LNG sebagai bahan bakar kapal.