LNG UNTUK KERETA API

Meningkatnya kesadaran untuk menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dari angkutan umum mengarah pada inovasi kemungkinan aplikasi jenis penggerak dan bahan bakar baru atau yang masih jarang digunakan. Saat ini banyak yang membicarakan penggerak hibrida, hidrogen, CNG, bahan bakar bio, namun setiap jenis alternatif memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Misalnya adalah CNG, serta kendaraan listrik yang jangkauannya relatif kecil yang cukup digunakan di angkutan umum di perkotaan tetai untuk transportasi jarak jauh seperti kereta api itu tidak memadai. Bayangkan harus berapa besar baterai yang akan di pasang dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengisi daya baterai kembali. LNG (gas alam cair) dibandingkan dengan CNG memungkinkan jangkauan hingga 3,5 kali lebih lama. Oleh karena itu, kemungkinan penggunaan LNG dalam transportasi kereta api terbukti menjadi solusi yang menarik.

LNG merupakan gas alam yang dicairkan dengan cara mendinginkan gas pada suhu sekitar -162oC. Temperatur yang rendah ini disebut dengan cairan kriogenik dan butuh penanganan khusus untuk menyimpannya. Suhu kriogenik ini dapat berfungsi untuk mendinginkan suhu mesin dan suhu mesin dapat membantu LNG menguap ke bentuk gasnya kembali. Untuk menjaga agar LNG tetap cair juga dibutuhkan wadah khusus, dapat digunakan isotank ataupun tabung-tabung VGL (Vertical Gas Liquid) yang membuat penyimpanan LNG lebih praktis. Proses pendinginan LNG ini juga membuat volumenya menjadi lebih kecil 600 kali lipat sehingga memudahkan pendistribusiannya.

Telah dilakukan uji statis dan dinamis pada penggunaan moda transportasi umum kereta api milik PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI). Uji ini menggunakan sistem DDF (Diesel Dual Fuel) yang menggabungkan bahan bakar eksisting dengan LNG. Hasil dari uji statis dan dinamis menunjukkan adanya efisiensi kinerja mesin yang lebih baik jika dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar solar. Selain itu penggunaan bahan bakar LNG pada kereta api memiliki sejumlah manfaat. Mulai dari efisiensi biaya bahan bakar, biaya pemeliharaan mesin gas lebih rendah, serta untuk pemanfaatan energi ramah lingkungan atau green energy.

 

RELATED PROJECTS