Emisi Karbon Tak Cuma Rusak Lingkungan, Ini Dampak Seriusnya

admin_pgnlng
24/12/2025
emisi-karbon

Dalam 5 tahun mendatang (2025-2029), suhu rata-rata panas bumi berpotensi naik lebih dari 1,5 °C, menurut laporan WMO Global Annual to Decadal Climate.

Penyebab utama masalah ini masihlah sama, yaitu peningkatan emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO₂). Kondisi ini membuat panas matahari terperangkap di atmosfer, sehingga mendorong kenaikan suhu global.

Isu ini tak hanya membawa dampak buruk bagi lingkungan, lebih jauh lagi adah dampak yang lebih mengerikan.

Apa Itu Emisi Karbon?

Emisi karbon adalah pelepasan gas karbon dioksida (CO₂) ke atmosfer akibat berbagai aktivitas alam maupun manusia.

CO₂ termasuk dalam gas rumah kaca (GRK) yang dapat menyerap dan menahan panas matahari dalam atmosfer, sehingga meningkatkan suhu permukaan Bumi.

Dalam konteks modern, istilah “emisi karbon” umumnya merujuk pada kontribusi manusia terhadap peningkatan kadar CO₂ di atmosfer.

Untuk mengukur jumlah gas yang dilepaskan, dikenal istilah jejak karbon (carbon footprint).

Jejak karbon menggambarkan total emisi gas rumah kaca yang berasal dari proses, produk, aktivitas individu, atau organisasi.

Baca Juga: Inilah Penyebab Utama Efek Rumah Kaca

Apa Sumber Utama Emisi Karbon?

Sumber emisi karbon dapat berasal dari proses alami maupun aktivitas manusia. Secara alami, CO₂ dilepaskan melalui respirasi makhluk hidup, pembusukan bahan organik, hingga letusan gunung berapi.

Proses-proses ini bersifat alami dan biasanya dapat diseimbangkan kembali oleh ekosistem melalui penyerapan karbon oleh tanaman dan lautan.

Namun, porsi terbesar emisi karbon saat ini berasal dari aktivitas manusia, terutama:

  • pembakaran bahan bakar fosil (minyak dan batu bara) untuk energi dan transportasi.
  • proses industri seperti produksi semen dan logam.
  • perubahan tata guna lahan, termasuk deforestasi yang menghilangkan penyerap karbon alami.

Apa Penyebab Emisi Karbon?

Penyebab utama tingginya emisi karbon adalah meningkatnya konsumsi energi berbasis fosil dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan industri, listrik, transportasi, dan pemanasan menjadi sektor yang paling banyak menghasilkan CO₂. Ketergantungan terhadap sumber energi fosil membuat kuantitas emisi terus bertambah dari tahun ke tahun.

Selain itu, kerusakan ekosistem seperti penebangan hutan memperburuk keadaan. Hilangnya pepohonan berarti hilangnya kemampuan alam untuk menyerap CO₂.

Ketidakseimbangan antara jumlah karbon yang dilepas dan yang diserap inilah yang membuat konsentrasi karbon di atmosfer terus melonjak.

Baca Juga: Dampak Polusi Udara yang Paling Merugikan Tubuh dan Lingkungan

Apa Dampak dari Emisi Karbon?

Emisi karbon memiliki dampak serius pada lingkungan dan manusia, antara lain:

1. Perubahan Iklim 

Emisi karbon adalah penyebab utama perubahan iklim global. Ini menyebabkan peningkatan suhu rata-rata di seluruh dunia, yang dapat mengakibatkan cuaca yang lebih ekstrem, naiknya permukaan laut, dan kerusakan ekosistem.

Dijelaskan dalam National Geographic, GRK mampu menyebabkan peningkatan suhu bumi karena gas tersebut mampu menyerap dan memperangkapkan energi panas dari Matahari. Panas yang terperangkap tersebut lantas menyebabkan suhu Bumi meningkat. 

2. Kerusakan Lingkungan 

Peningkatan emisi karbon mempercepat perubahan iklim yang berdampak langsung pada kerusakan ekosistem di darat maupun laut.

Suhu yang semakin panas dapat memicu kekeringan, memudahkan terjadinya kebakaran hutan, dan mengganggu keseimbangan alam di berbagai wilayah.

Baca Juga: 6 Penyebab Pemanasan Global dan Dampaknya

3. Hilangnya Keanekaragaman Hayati 

Kerusakan habitat akibat peningkatan suhu Bumi membuat banyak spesies hewan dan tumbuhan kesulitan bertahan hidup.

Perubahan kondisi lingkungan yang terjadi secara cepat mengganggu proses makan, berkembang biak, dan migrasi alami.

Meski sebagian spesies mampu berpindah ke habitat baru yang lebih sesuai, banyak spesies lain tidak memiliki kemampuan adaptasi secepat itu. Akibatnya, risiko kepunahan meningkat dan keanekaragaman hayati semakin menurun dari waktu ke waktu.

4. Terjadinya Bencana Alam 

Peningkatan emisi karbon mampu memengaruhi pola cuaca global. Suhu yang lebih hangat membuat lebih banyak uap air terbentuk di atmosfer, sehingga meningkatkan potensi terjadinya hujan dengan intensitas tinggi.

Akumulasi uap air dan perubahan pola angin tersebut dapat memicu berbagai bencana alam, seperti badai yang lebih kuat, banjir besar, hingga gelombang panas ekstrem

5. Menipisnya Ketersediaan Air dan Makanan 

Perubahan iklim mengganggu siklus air alami. Kondisi ini kemudian berdampak pada kurangnya ketersediaan air bersih. Suhu yang lebih tinggi dapat menyebabkan kekeringan berkepanjangan di beberapa wilayah.

Gangguan pada siklus air dan perubahan suhu akan mempengaruhi sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

Tanaman menjadi lebih rentan gagal panen, habitat ikan berubah, dan hewan ternak lebih mudah stres akibat panas. Kombinasi faktor-faktor tersebut memicu penurunan produksi pangan, sehingga mengancam ketahanan pangan manusia.

6. Kesehatan Manusia 

Perubahan lingkungan juga berdampak langsung pada kesehatan manusia. Polusi udara, gelombang panas, dan cuaca ekstrem dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh serta meningkatkan risiko penyakit pernapasan, dehidrasi, dan stres.

Perubahan suhu dan pola curah hujan menciptakan lingkungan yang lebih ideal bagi penyebaran bakteri, virus, serta peningkatan populasi vektor penyakit seperti nyamuk.

Akibatnya, penyakit menular seperti demam berdarah, malaria, atau infeksi saluran pernapasan menjadi lebih mudah menyebar dan sulit dikendalikan.

Baca Juga7 Jenis Limbah Organik Penghasil Energi

Bagaimana Cara Mengurangi Emisi Karbon?

Untuk mengurangi dampak negatif dari meningkatnya emisi karbon, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, seperti:

Menghemat Penggunaan Energi 

Cara paling mudah untuk mengurangi emisi karbon adalah dengan menghemat energi. Listrik yang Anda gunakan bisa bekerja berkat suplai pembakaran bahan bakar, seperti batu bara atau minyak.

Untuk menekan jumlah batu bara atau bahan bakar fosil lainnya dibakar untuk kebutuhan energi, maka Anda dapat menghemat listrik dengan mematikan lampu atau perangkat elektronik jika tidak digunakan.

Beralih ke Transportasi Umum 

Kendaraan pribadi seperti mobil dan motor merupakan salah satu penyumbang emisi karbon karena bergantung pada pembakaran bahan bakar fosil.

Dengan memilih transportasi umum, jumlah kendaraan di jalan dapat berkurang, sehingga emisi yang dilepaskan ke udara ikut menurun.

Penggunaan transportasi umum akan membantu mengurangi kemacetan dan meningkatkan kualitas udara. 

Menanam Pohon 

Menanam pohon merupakan langkah efektif untuk mengurangi emisi karbon karena pohon berperan sebagai penyerap alami CO₂.

Melalui proses fotosintesis, pepohonan membantu menurunkan konsentrasi karbon di atmosfer dan menjaga stabilitas iklim.

Selain penanaman, upaya menghentikan deforestasi juga sangat penting. Ketika hutan tetap terjaga, kapasitas penyerapan karbon akan optimal dan ekosistem dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Menggunakan Energi Terbarukan 

Energi terbarukan, seperti energi matahari, angin, dan air, menghasilkan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan batu bara dan minyak bumi.

Dengan memanfaatkan energi ini, kebutuhan energi dapat dipenuhi tanpa melepaskan banyak CO₂ ke atmosfer, sehingga membantu memperlambat laju perubahan iklim.

Peralihan ke energi terbarukan juga menawarkan manfaat jangka panjang, seperti efisiensi biaya, kemandirian energi, dan kualitas udara yang lebih baik.

Baca Juga: Macam-macam Energi Alternatif dan Contohnya

Mengurangi Emisi Karbon dengan Menggunakan LNG

Liquefied Natural Gas (LNG) adalah gas alam yang dicairkan pada suhu sangat rendah sehingga volumenya menjadi lebih kecil dan lebih efisien untuk disimpan serta diangkut.

LNG dikenal sebagai bahan bakar yang lebih bersih karena menghasilkan emisi CO₂ lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil lain. Dengan beralih ke LNG, sektor industri dapat menekan emisi karbon secara signifikan tanpa mengorbankan kebutuhan energi.

PT PGN LNG Indonesia menyediakan solusi energi bersih melalui pembangunan dan pengoperasian fasilitas LNG di berbagai wilayah Indonesia.

Komitmen ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi konsumsi bahan bakar minyak dan memperluas penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pemanfaatan LNG, Anda dapat menghubungi kontak resmi kami di sini: Contact us.