Industri yang masih mengandalkan bahan bakar fosil dapat menghadapi berbagai tantangan dalam memenuhi kebutuhan energinya. Perubahan kondisi pasar energi dapat memengaruhi harga bahan bakar dan meningkatkan biaya operasional yang pada akhirnya dapat berdampak pada daya saing.
Karena itu, diversifikasi sumber energi menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga kelangsungan operasional dan bisnis. Salah satu energi alternatif yang memiliki potensi untuk dikembangkan adalah biogas.
Berbeda dengan bahan bakar fosil, biogas dihasilkan dari pengolahan bahan organik, termasuk limbah yang dapat diubah menjadi sumber energi. Pemanfaatannya tidak hanya menawarkan alternatif bahan bakar, tetapi juga mendukung pengelolaan limbah yang lebih optimal serta berpotensi membantu mengurangi emisi.
Apa Itu Biogas?
Biogas adalah campuran gas yang dihasilkan dari penguraian bahan organik melalui proses anaerobic digestion, yaitu proses penguraian oleh mikroorganisme dalam kondisi tanpa oksigen.
Komponen utama dari biogas adalah metana dan karbon dioksida. Kandungan metana pada biogas umumnya berada pada kisaran sekitar 45–75% berdasarkan volume, meskipun komposisinya dapat berbeda tergantung jenis bahan baku dan metode produksinya.
Metana menjadi komponen yang memberikan nilai energi pada biogas sehingga gas ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar.
Sebelum digunakan, biogas perlu melalui proses pengolahan terlebih dahulu untuk mengurangi kandungan karbon dioksida, uap air, hidrogen sulfida, dan pengotor lainnya. Biogas yang telah melalui proses pemurnian dapat menghasilkan biomethane dengan kandungan metana yang lebih tinggi.
Baca Juga: Benarkah Biogas Ramah Lingkungan? Ini Faktanya
Biogas Terbuat dari Apa?
Biogas berasal dari bahan organik yang dapat diuraikan dalam kondisi anaerobik. Sumbernya antara lain kotoran ternak, limbah makanan, residu pertanian, lumpur dari pengolahan air limbah, hingga limbah organik dari kegiatan pengolahan makanan dan minuman.
Berbagai jenis bahan tersebut dapat diolah secara terpisah atau dikombinasikan dalam proses co-digestion untuk menghasilkan biogas.
Karakteristik bahan baku dapat memengaruhi proses produksi dan volume biogas yang dihasilkan. Karena itu, pemanfaatan biogas tidak hanya bergantung pada tersedianya limbah organik, tetapi juga memerlukan pengelolaan bahan baku dan sistem pengolahan yang sesuai.
Pada skala industri, potensi bahan baku dapat berasal dari kegiatan peternakan, pertanian, pengolahan pangan, hingga pengolahan air limbah.
Baca Juga: Seberapa Andal PLTS Off-Grid untuk Industri di Area Remote?
Apa Saja Manfaat Biogas sebagai Bahan Bakar?
Selain menghasilkan energi, produksi biogas dapat memberikan manfaat dalam pengelolaan limbah organik. Namun, manfaat tersebut perlu dilihat dari sistem pengolahannya secara keseluruhan, mulai dari jenis bahan baku hingga bagaimana gas dan produk sampingnya dimanfaatkan.
Memanfaatkan Limbah Organik Menjadi Energi
Salah satu manfaat utama biogas adalah mengubah bahan organik menjadi sumber energi yang dapat digunakan. Limbah seperti kotoran ternak, sisa makanan, dan residu pertanian dapat menjadi bahan baku untuk menghasilkan biogas melalui proses anaerobic digestion.
Dengan demikian, limbah organik tidak hanya dipandang sebagai sekadar sampah, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.
Menyediakan Sumber Energi Alternatif
Kandungan metana memungkinkan biogas digunakan untuk menghasilkan panas dan listrik. Pemanfaatannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kualitas gas yang tersedia, misalnya untuk bahan bakar boiler, mesin, atau sistem pembangkit listrik.
Dalam konteks tertentu, biogas juga dapat menjadi sumber energi yang dihasilkan di dekat lokasi limbah sehingga mendukung pemanfaatan sumber daya lokal.
Membantu Mengurangi Pelepasan Metana dari Limbah
Bahan organik yang terurai tanpa pengelolaan yang memadai dapat menghasilkan metana. Melalui sistem anaerobic digestion, gas yang terbentuk dapat ditangkap dan dimanfaatkan sebagai sumber energi.
Pendekatan ini membantu memanfaatkan energi yang terkandung dalam bahan organik sekaligus mengurangi pelepasan metana secara langsung dari proses penguraian limbah.
Menghasilkan Produk Samping yang Dapat Dimanfaatkan
Selain biogas, proses anaerobic digestion menghasilkan digestate, yaitu material sisa hasil penguraian bahan organik.
Digestate dapat mengandung nutrisi dan berpotensi dimanfaatkan, termasuk sebagai pupuk atau pembenah tanah, sesuai dengan karakteristik bahan dan ketentuan pengelolaan yang berlaku.
Pemanfaatan produk samping ini membuat proses produksi biogas tidak hanya berfokus pada energi, tetapi juga pada pengelolaan material hasil pengolahan.
Mendukung Ekonomi Sirkular
Pemanfaatan biogas mendukung pendekatan ekonomi sirkular karena bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat kembali menghasilkan nilai
Limbah organik digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan energi, sementara sebagian produk sampingnya berpotensi dimanfaatkan kembali. Pendekatan tersebut dapat diterapkan dalam berbagai sektor yang secara rutin menghasilkan bahan organik dalam jumlah tertentu.
Baca Juga: 5 Alasan LNG Menjadi Solusi Off-Grid Paling Stabil
Bagaimana Biogas Dimanfaatkan dalam Industri?
Karena memiliki kandungan yang berpotensi menjadi bahan bakar, biogas dapat dimanfaatkan dalam kegiatan operasional industri. Jenis pemanfaatannya dapat bergantung pada kualitas biogas, volume produksi, serta kebutuhan energi fasilitas.
Bahan Bakar Boiler dan Pemanasan
Biogas dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk boiler dan furnace dalam menghasilkan panas. Pemanfaatan ini dapat diterapkan untuk kebutuhan pemanasan proses, ruang tertentu, atau bahkan untuk menjaga temperatur digester.
Namun, kualitas gas perlu diperhatikan karena kandungan pengotor dan kelembapan dapat memengaruhi kinerja serta kebutuhan pengolahan sebelum digunakan pada peralatan tertentu.
Pembangkit Listrik
Biogas juga dapat digunakan sebagai bahan bakar mesin atau generator untuk menghasilkan listrik.
Pemanfaatannya memungkinkan fasilitas yang menghasilkan biogas untuk menggunakan energi tersebut secara langsung di lokasi produksi atau menyesuaikannya dengan kebutuhan sistem energi yang tersedia.
Kualitas gas tetap menjadi faktor penting karena peralatan yang lebih sensitif umumnya membutuhkan biogas dengan tingkat pengotor yang lebih rendah.
Combined Heat and Power
Sistem Combined Heat and Power atau CHP memungkinkan bahan bakar digunakan untuk menghasilkan listrik sekaligus memanfaatkan panas yang dihasilkan dari proses tersebut.
Dalam sistem berbasis mesin atau turbin, panas yang sebelumnya berpotensi terbuang dapat dipulihkan untuk menghasilkan energi termal yang berguna, seperti air panas atau uap. Biogas merupakan salah satu bahan bakar yang dapat digunakan dalam konfigurasi CHP.
Pemanfaatan Setelah Diolah Menjadi Biomethane
Biogas dapat diolah lebih lanjut melalui proses upgrading untuk mengurangi karbon dioksida dan pengotor lainnya sehingga menghasilkan biomethane dengan kandungan metana yang lebih tinggi.
Proses ini dapat memperluas pilihan pemanfaatan gas, terutama pada aplikasi yang memerlukan kualitas bahan bakar dengan spesifikasi lebih tinggi. Pemanfaatan biomethane juga menjadi salah satu arah pengembangan biogas di Indonesia, termasuk dalam konteks sektor industri.
Baca Juga: Mengapa Biogas Dapat Menghemat Energi? Ternyata ini Faktanya!
Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Biogas?
Sebagai bahan bakar, biogas memiliki karakteristik yang membuatnya bermanfaat untuk berbagai kebutuhan energi.
Namun, penggunaannya juga tidak terlepas dari tantangan teknis dan operasional. Memahami kedua aspek tersebut penting untuk menentukan apakah sistem biogas sesuai dengan karakteristik bahan baku dan kebutuhan energi Industri.
Kelebihan Biogas
Biogas dapat menghasilkan energi dari bahan organik yang tersedia dari berbagai kegiatan, seperti peternakan, pertanian, pengolahan makanan, dan pengolahan air limbah.
Selain menghasilkan bahan bakar, proses anaerobic digestion juga dapat mendukung pengelolaan limbah dan menghasilkan digestate yang berpotensi dimanfaatkan. Dengan kualitas gas dan sistem pengolahan yang sesuai, biogas dapat digunakan untuk menghasilkan panas, listrik, atau keduanya melalui sistem CHP.
Kekurangan Biogas
Produksi biogas bergantung pada ketersediaan dan karakteristik bahan baku, sehingga volume serta kualitas gas yang dihasilkan dapat berbeda antar fasilitas. Sistem biogas juga memerlukan investasi, pengoperasian, dan perawatan yang sesuai.
Selain itu, biogas mentah dapat mengandung karbon dioksida, hidrogen sulfida, uap air, dan pengotor lain. Kandungan tersebut dapat memengaruhi kualitas serta nilai energi biogas, sementara hidrogen sulfida dan uap air dapat meningkatkan risiko korosi atau menimbulkan gangguan pada peralatan.
Baca Juga: Tanpa LNG, Upaya Carbon Neutral Sulit Tercapai? Ini Faktanya!
Bagaimana Peran Biogas dan LNG dalam Memenuhi Kebutuhan Energi?
Biogas dan LNG (Liquefied Natural Gas) dapat memiliki peran yang berbeda dalam memenuhi kebutuhan energi. Biogas dihasilkan dari bahan organik dan memiliki potensi untuk mengubah limbah menjadi sumber energi, terutama ketika terdapat pasokan bahan baku yang tersedia secara berkelanjutan.
Namun, kapasitas produksi dan karakteristik pasokannya tetap dipengaruhi oleh jumlah serta jenis bahan organik yang dapat diolah. Sementara itu, kebutuhan energi industri dapat berbeda dari satu fasilitas ke fasilitas lainnya.
Dalam konteks tersebut, LNG dapat menjadi salah satu pilihan bahan bakar gas untuk memenuhi kebutuhan energi Industri, sementara biogas tetap memiliki peran tersendiri dalam pemanfaatan limbah organik menjadi energi.
Untuk kebutuhan energi yang memerlukan pasokan bahan bakar yang stabil dan dukungan rantai pasok yang andal, LNG dapat menjadi salah satu alternatif bahan bakar gas. LNG merupakan gas alam yang didinginkan hingga menjadi cair sehingga volumenya lebih kecil untuk memudahkan penyimpanan dan transportasi.
Karena karakteristik tersebut, LNG dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan energi di berbagai lokasi yang membutuhkan solusi pasokan.
Karena setiap kegiatan industri memiliki kebutuhan energi yang berbeda, pemilihan bahan bakar perlu disesuaikan dengan karakteristik operasional dan kebutuhan pasokannya.
Biogas dapat berperan dalam pemanfaatan limbah menjadi energi, sedangkan LNG dapat menjadi salah satu solusi bahan bakar gas untuk kebutuhan energi yang memerlukan sistem pasokan yang sesuai dengan skala operasional.
Ingin mengetahui solusi LNG yang tepat untuk kebutuhan energi bisnis Anda? Hubungi PGN LNG Indonesia.