Gas alam merupakan salah satu sumber energi utama di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian ESDM, gas alam ditempatkan sebagai sumber energi terbesar ketiga setelah batu bara dan minyak bumi. Di tengah upaya meningkatkan pemanfaatan gas domestik, Compressed Natural Gas (CNG) menjadi salah satu opsi yang terus dikembangkan.
CNG memiliki karakteristik yang memungkinkan gas alam didistribusikan ke berbagai lokasi, termasuk wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa gas. Pemanfaatannya terus berkembang untuk kebutuhan rumah tangga dan industri kecil sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan LPG.
Apa Itu Compressed Natural Gas (CNG)?
Compressed Natural Gas (CNG) adalah gas alam yang dikompresi pada tekanan tinggi untuk mengurangi volumenya sehingga lebih mudah disimpan dan diangkut.
Dalam penggunaannya sebagai bahan bakar, CNG disimpan dalam kondisi gas bertekanan tinggi, yaitu hingga tekanan sekitar 3.600 psi atau sekitar 248 bar.
CNG merupakan campuran hidrokarbon yang komponen utamanya adalah metana (CH₄). Selain metana, gas ini juga mengandung hidrokarbon lain dan beberapa komponen non-hidrokarbon.
Baca Juga: Daerah Penghasil Gas Alam Terbesar di Indonesia
Apa Perbedaan CNG dengan LPG dan LNG?
CNG, LPG, dan LNG memiliki karakteristik yang berbeda meskipun sama-sama digunakan sebagai bahan bakar gas.
CNG dan LNG sama-sama berasal dari gas alam, sedangkan LPG merupakan campuran hidrokarbon yang terutama terdiri dari propana dan butana. Perbedaan tersebut kemudian menentukan bagaimana masing-masing produk diproses dan disimpan.
Berikut perbedaan ketiga gas tersebut:
|
Aspek |
CNG |
LPG |
LNG |
|
Kepanjangan |
Compressed Natural Gas |
Liquefied Petroleum Gas |
Liquefied Natural Gas |
|
Komponen utama |
Metana |
Propana dan/atau butana |
Metana |
|
Cara penyimpanan |
Dikompresi pada tekanan tinggi |
Dicairkan dengan tekanan tertentu |
Dicairkan dengan pendinginan hingga sekitar -162°C |
|
Karakteristik utama |
Tidak melalui proses pencairan |
Mudah dicairkan pada tekanan tertentu |
Volume gas berkurang sekitar 600 kali setelah dicairkan |
Pada CNG, gas alam tetap berada dalam bentuk gas dan volumenya diperkecil melalui kompresi. Berbeda dengan LNG yang melalui proses pendinginan hingga sekitar -162°C sehingga berubah menjadi cair.
Dalam bentuk cair, volume gas alam menjadi sekitar 600 kali lebih kecil dibandingkan bentuk gasnya, sehingga LNG lebih sesuai untuk penyimpanan dan pengangkutan gas dalam jumlah besar.
Baca Juga: Inilah Keunggulan LNG yang Tak Bisa Ditandingi CNG
Untuk Apa Saja CNG Digunakan?
CNG dapat digunakan pada beberapa sektor yang membutuhkan gas alam sebagai bahan bakar. Pemanfaatannya tidak hanya berkaitan dengan kendaraan, tetapi juga dapat mencakup kebutuhan energi di sektor industri dan komersial.
Transportasi
CNG telah digunakan sebagai bahan bakar kendaraan, termasuk kendaraan ringan, menengah, dan berat. Pada kendaraan, CNG disimpan dalam tangki bertekanan tinggi agar dapat membawa bahan bakar dalam jumlah yang memadai.
Penggunaan CNG sebagai bahan bakar transportasi juga menjadi salah satu bentuk pemanfaatan gas alam yang telah diterapkan di berbagai negara, seperti India, China, dan Indonesia.
Industri
Di sektor industri, CNG dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk memenuhi kebutuhan operasional ketika pasokan gas melalui jaringan pipa tidak tersedia atau belum menjangkau lokasi.
Gas alam yang telah dikompresi dapat diangkut menggunakan sarana distribusi yang sesuai dan kemudian digunakan sebagai bahan bakar di lokasi pelanggan.
Rumah Tangga
Pemanfaatan CNG untuk kebutuhan rumah tangga juga sangat memungkinkan, tetapi penerapannya masih sangat terbatas karena bergantung pada infrastruktur dan skema distribusi.
Di Indonesia, pemerintah pada 2026 juga mengkaji pemanfaatan CNG sebagai salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi yang selama ini menggunakan LPG. Namun, rencana tersebut masih berada dalam tahap pembahasan.
Baca Juga: Alasan Munculnya Desakan Tinggalkan LPG dan Pilih CNG
Bagaimana CNG Disimpan dan Didistribusikan?
Karena CNG tetap berada dalam bentuk gas, penyimpanannya membutuhkan tabung yang mampu menahan tekanan tinggi.
Proses kompresi membuat volume gas menjadi jauh lebih kecil dibandingkan gas alam pada tekanan atmosfer, sehingga CNG dapat disimpan dan diangkut dengan lebih praktis.
Dalam distribusinya, CNG dapat dikompresi di fasilitas pengolahan atau pengisian, kemudian diangkut menggunakan sarana khusus menuju lokasi konsumen.
Dengan cara ini, CNG dapat digunakan untuk memasok gas ke wilayah yang belum terhubung langsung dengan jaringan pipa gas.
Apa Kelebihan CNG?
CNG memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya dapat digunakan sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi.
Salah satu keunggulannya adalah emisi CO₂ yang lebih rendah dibandingkan batu bara dan produk minyak bumi. Kondisi ini terjadi karena kandungan karbon gas alam jauh lebih rendah.
Selain aspek emisi, CNG memiliki keunggulan dari sisi fleksibilitas distribusi dan pemanfaatannya.
Gas alam yang dikompresi dapat disimpan dan diangkut menuju lokasi yang belum terhubung langsung dengan jaringan pipa, sehingga dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperluas akses terhadap gas bumi.
CNG juga dapat digunakan pada berbagai kebutuhan, mulai dari transportasi hingga industri dan rumah tangga, tergantung pada infrastruktur yang tersedia.
Baca Juga: Mengenal Industri Migas dan Klasifikasi Produknya
Apa Kekurangan CNG?
Penggunaan CNG membutuhkan infrastruktur khusus karena gas harus dikompresi dan disimpan pada tekanan tinggi. Tangki penyimpanan CNG harus dirancang untuk menahan tekanan tersebut, baik pada kendaraan maupun fasilitas penyimpanannya.
Kebutuhan infrastruktur ini dapat menjadi pertimbangan dalam penerapan CNG di wilayah yang belum memiliki fasilitas pendukung.
Selain itu, CNG memiliki densitas energi volumetrik yang relatif rendah karena tersimpan dalam bentuk gas.
Artinya, jumlah energi yang dapat disimpan dalam satu volume tangki sangat terbatas, sehingga jika pelanggan membutuhkan pasokan gas lebih banyak, ruang penyimpanan yang dibutuhkan harus makin besar.
Apa Solusi untuk Mengatasi Keterbatasan CNG?
Keterbatasan CNG dalam hal densitas energi volumetrik dapat menjadi pertimbangan ketika industri membutuhkan pasokan gas dalam jumlah besar. Selain itu, penyimpanan gas dalam bentuk terkompresi membutuhkan ruang yang lebih besar untuk menampung energi dalam jumlah yang sama.
Untuk kebutuhan tersebut, salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah LNG (Liquefied Natural Gas). Gas alam pada LNG disimpan dalam bentuk cair dengan volume yang jauh lebih kecil dibandingkan bentuk gas.
Gas alam tersebut didinginkan hingga sekitar -162°C hingga berubah menjadi cair, sehingga volumenya menjadi sekitar 600 kali lebih kecil dibandingkan dalam bentuk gas.
Karakteristik tersebut memungkinkan LNG disimpan dan diangkut dalam jumlah besar menggunakan fasilitas dan sarana transportasi khusus. Setelah sampai di fasilitas penerima, LNG dapat disimpan dan diregasifikasi untuk dikembalikan menjadi gas alam sebelum digunakan oleh pelanggan.
Dengan demikian, LNG dapat mendukung pasokan gas ke lokasi industri yang belum terjangkau jaringan pipa secara langsung.
Untuk mendukung kebutuhan LNG pada industri dan konsumen di berbagai wilayah Indonesia, PGN LNG Indonesia menyediakan layanan LNG yang terintegrasi, mencakup penerimaan, penyimpanan, transportasi, dan regasifikasi, sehingga memastikan industri Anda terus mendapatkan pasokan energi secara stabil dan kontinu.
Solusi yang kami berikan menjawab tantangan industri yang saat ini membutuhkan solusi energi baru yang lebih bersih dan dapat didistribusikan ke berbagai wilayah. Ingin tahu lebih lanjut bagaimana kami bisa mendukung industri Anda? Hubungi PGN LNG Indonesia.
Referensi
- ESDM. Diakses Tahun 2026. Optimalkan Gas Domestik, Pemerintah Kaji Pemanfaatan CNG Nasional
- ESDM. Diakses Tahun 2026. Mengenal Jenis-jenis Gas Bumi
- DOE. Diakses Tahun 2026. Natural Gas Vehicle Emissions
- EIA. Diakses Tahun 2026. Natural gas explained