Peak Shaving Plant: Inovasi Efisien, Cegah Blackout

Web Editor
23/12/2025
peak-shaving-plant-id

Dalam operasional industri energi, kondisi beban puncak (peak load) merupakan hal yang sulit dihindari. Lonjakan penggunaan energi umumnya terjadi pada jam-jam tertentu, seperti sore hari, atau saat cuaca ekstrem.

Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan pada sistem kelistrikan dan berpotensi menaikkan biaya listrik serta memperbesar risiko pemadaman listrik total (blackout).

Untuk mengatasi tantangan tersebut, peak shaving plant hadir sebagai salah satu solusi yang efektif. Inovasi ini mampu menjaga stabilitas sistem, mengurangi risiko pemadaman, dan membuat penggunaan energi menjadi lebih efisien.

Apa Itu Peak Shaving Plant?

Peak shaving adalah strategi manajemen beban listrik yang bertujuan untuk menurunkan daya puncak (peak demand) yang terjadi pada periode tertentu.

Strategi ini membantu mengurangi tekanan pada jaringan listrik sekaligus menekan biaya listrik, terutama bagi konsumen dengan beban besar.

Jadi, peak shaving umumnya memiliki dua tujuan utama:

  • Menjaga stabilitas sistem listrik
  • Menekan biaya listrik konsumen besar

Dengan mengurangi lonjakan daya secara tiba-tiba, peak shaving membantu mencegah overload jaringan dan risiko pemadaman listrik (blackout).

Umunya, penyedia listrik mengenakan biaya tambahan berdasarkan daya tertinggi yang digunakan pelanggan dalam satu periode penagihan (demand charge).

Dengan menerapkan peak shaving, nilai daya puncak tersebut dapat ditekan sehingga total biaya listrik menjadi lebih efisien.

Baca Juga: Jenis-jenis Turbin Gas dan Cara Kerjanya

Bagaimana Peak Shaving Bekerja?

Salah satu teknologi yang paling banyak digunakan saat ini untuk peak shaving adalah Battery Energy Storage System (BESS).

Prinsip kerja BESS dalam peak shaving adalah baterai di-isi saat:

  • Jam beban rendah (off-peak)
  • Tarif listrik lebih murah
  • Produksi energi terbarukan sedang tinggi

Saat beban internal mendekati ambang puncak, maka:

  • Sistem kontrol otomatis melakukan dispatch
  • BESS menyuplai energi ke beban fasilitas
  • Daya yang ditarik dari jaringan tetap berada di bawah batas puncak

Hasilnya, puncak beban “terpotong” (shaved) tanpa mengganggu operasional.

BESS untuk peak shaving dilengkapi sistem kontrol cerdas yang berfungsi memonitor profil beban, memprediksi kenaikan permintaan daya, dan merespons dengan cepat untuk menjaga daya tetap stabil

Pendekatan ini membuat peak shaving menjadi lebih presisi, otomatis, dan andal dibanding metode konvensional.

Baca Juga: Memahami Jenis Kapal Tanker dan Fungsinya

Apa Saja Jenis-jenis Peak Shaving Plant?

Solusi peak shaving dapat dibedakan berdasarkan sumber energi dan karakteristik responsnya. Secara umum, terdapat dua kategori utama yang paling banyak digunakan saat ini.

1. Peak Shaving Berbasis Gas

Solusi berbasis gas berperan penting untuk peak demand berdurasi panjang atau bersifat musiman.

Peran utama sistem gas:

  • Menyediakan pasokan energi dalam volume besar
  • Menjaga ketahanan sistem saat lonjakan ekstrem
  • Mendukung wilayah dengan kebutuhan pemanasan atau industri berat

Dalam sistem ini maka:

  • Gas alam atau LNG disimpan sebagai cadangan
  • Saat permintaan melonjak, LNG diregasifikasi
  • Gas disalurkan kembali ke jaringan pipa untuk menjaga tekanan dan kontinuitas pasokan

Pendekatan ini sangat penting untuk memastikan keandalan sistem energi, terutama ketika peak demand berlangsung lama dan tidak dapat ditangani secara ekonomis oleh baterai.

Baca Juga: Apa Itu LNG (Liquified Natural Gas)? Kenali Penggunaannya

2. Peak Shaving Berbasis Listrik

Jenis ini mengandalkan sumber listrik yang mampu merespons cepat dan fleksibel, sehingga sangat cocok untuk peak shaving harian.

Karakteristik utama:

  • Respons hampir instan terhadap lonjakan beban
  • Cocok untuk peak berdurasi pendek
  • Mudah diintegrasikan dengan sistem kelistrikan eksisting

Battery Energy Storage System (BESS) menjadi solusi paling menonjol karena:

  • Menggunakan baterai skala besar (umumnya lithium-ion)
  • Dapat beroperasi secara standalone
  • Menyediakan daya bersih tanpa waktu startup
  • Mendukung layanan tambahan seperti regulasi frekuensi dan stabilisasi jaringan

BESS juga sering dikombinasikan dengan energi terbarukan seperti PLTS atau PLTB, dengan cara menyimpan kelebihan energi, menggunakan energi tersebut kembali untuk peak shaving di malam hari, dan meningkatkan nilai dispatchable energi baru terbarukan (EBT).

Baca Juga: Contoh Energi Listrik dan Pemanfaatannya

Apa Peran Penting Peak Shaving Plant dalam Sistem Energi?

Peak shaving tidak hanya mengatasi masalah biaya, tetapi juga memegang peran transformatif dalam menghadapi tantangan lingkungan dan keandalan sistem. Inilah peran pentingnya:

Menjaga Stabilitas Sistem dan Cegah Blackout

Dengan menekan lonjakan daya pada saat beban puncak, peak shaving membantu:

  • Mengurangi beban berlebih pada jaringan
  • Menjaga kestabilan tegangan dan frekuensi
  • Mengurangi tekanan termal dan elektrik pada aset jaringan

Dampaknya, komponen seperti transformator dan kabel distribusi dapat beroperasi lebih aman, umur aset menjadi lebih panjang, dan risiko kegagalan sistem skala besar dapat ditekan.

Efisiensi Operasional dan Penghematan Biaya

Peak shaving mengurangi ketergantungan pada:

  • Pembangkit peaker konvensional yang mahal dan kurang efisien (PLTD & PLTG).
  • Aktivasi sistem cadangan berbiaya tinggi saat beban melonjak.

Dalam jangka panjang, pendekatan ini membantu sistem kelistrikan beroperasi lebih efisien dengan menekan biaya, mengurangi tekanan pada infrastruktur, dan menjaga keandalan pasokan.

Mendukung Transisi Energi

Peran strategis peak shaving menjadi semakin penting ketika dikombinasikan dengan BESS dan energi terbarukan.

Melalui sistem penyimpanan energi, kelebihan produksi dari pembangkit surya dan angin dapat disimpan saat pasokan melimpah, lalu digunakan kembali ketika permintaan listrik meningkat.

Pendekatan ini membantu mengelola fluktuasi energi terbarukan agar pasokan listrik tetap stabil dan dapat diandalkan.

Dengan mekanisme tersebut, peak shaving tidak hanya menekan lonjakan beban, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pembangkit peaker berbahan bakar fosil.

Baca Juga: Energi Terbaik Pengganti Bahan Bakar Fosil

Apa Peran LNG dalam Sistem Peak Shaving Modern?

Meskipun BESS menjadi solusi utama untuk peak shaving listrik harian, Liquefied Natural Gas (LNG) memainkan peran strategis dalam sistem peak shaving berbasis gas, terutama untuk menghadapi lonjakan permintaan berskala besar dan bersifat musiman.

LNG memungkinkan operator sistem gas menjaga keandalan pasokan ketika permintaan melampaui kapasitas normal jaringan pipa.

LNG disimpan dalam bentuk cair sehingga dapat menampung volume gas yang sangat besar secara efisien. Saat terjadi peak demand, LNG diregasifikasi dan dialirkan kembali ke jaringan pipa untuk menambah pasokan sekaligus menjaga tekanan sistem tetap stabil.

Dengan cadangan ini, sistem gas dapat menghindari kekurangan pasokan yang berisiko mengganggu kebutuhan rumah tangga, pembangkit, maupun proses industri, sehingga stabilitas sistem energi tetap terjaga.

 

Referensi:

  • Science Direct. Diakses Tahun 2025. The peak-shaving efficiency analysis of natural gas time-of-use pricing for residential consumers: Evidence from multi-agent simulation
  • Department of Energy. Diakses Tahun 2025. Battery Energy Storage Systems Report
  • Winfield Energy Malaysia. Diakses Tahun 2025. Understanding Peak Shaving: Malaysia’s Energy Game-Changer
  • Kementerian ESDM. Diakses Tahun 2025. LIPI Kembangkan Smart Microgrid Technology untuk Wilayah Minim Listrik