Sektor transportasi merupakan salah satu penyumbang emisi terbesar secara global, sehingga membutuhkan pembaruan teknologi untuk menekan dampak lingkungannya. Salah satu inovasi yang muncul sebagai solusi adalah truk berbahan bakar LNG (Liquefied Natural Gas).
Dibandingkan truk konvensional berbahan bakar solar, truk LNG tidak hanya menawarkan efisiensi operasional, tetapi juga menghasilkan emisi yang lebih rendah, sehingga relevan sebagai bagian dari transisi menuju sistem transportasi yang lebih bersih.
Apa Itu Truk LNG?
Truk LNG adalah kendaraan heavy-duty yang menggunakan gas alam cair (LNG) sebagai bahan bakar utama sebagai alternatif pengganti diesel/solar.
LNG merupakan gas alam yang didinginkan hingga suhu sekitar -162°C sehingga berubah menjadi cairan, sehingga membuatnya lebih efisien untuk disimpan dan diangkut.
Karakteristik ini menjadikan LNG relevan untuk transportasi jarak jauh (long-haul), karena memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi.
Kondisi ini memungkinkan jarak tempuh yang lebih panjang, serta menggunakan sistem penyimpanan yang lebih ringan dibandingkan baterai pada truk listrik.
Baca Juga: 5 Negara Penghasil Gas Alam Terbesar Dunia
Bagaimana Cara Kerja Sistem Bahan Bakar LNG pada Truk?
Pada truk LNG, bahan bakar disimpan dalam kondisi cair bersuhu sangat rendah, sehingga sebelum digunakan oleh mesin, LNG harus diubah kembali menjadi gas.
Proses ini dilakukan melalui sistem bahan bakar khusus yang dirancang untuk menjaga keamanan, efisiensi, dan performa kendaraan.
Alur kerja sistem bahan bakar LNG pada truk adalah sebagai berikut:
- LNG disimpan di dalam tangki kriogenik yang dilengkapi dengan sistem pengaturan tekanan, kontrol suhu, serta katup pengaman (safety valves) untuk menjaga stabilitas dan keselamatan bahan bakar.
- LNG kemudian disalurkan dari tangki menuju vaporizer untuk mengubah LNG cair menjadi gas alam sebelum masuk ke sistem pembakaran.
- Gas alam yang telah diuapkan digunakan oleh mesin melalui dua teknologi utama: Spark-Ignited (SI) dan High-Pressure Direct Injection (HPDI).
Teknologi Spark-Ignited (SI) merupakan mesin sepenuhnya menggunakan gas alam dengan sistem pengapian busi, mirip mesin bensin.
Sedangkan, High-Pressure Direct Injection (HPDI) adalah gas alam bertekanan tinggi yang disuntikkan langsung ke ruang bakar dengan bantuan sedikit solar sebagai pemicu pembakaran, sehingga performanya mendekati mesin diesel.
Dibandingkan truk diesel konvensional, sistem pembakaran gas alam pada truk LNG lebih terkontrol dan menghasilkan emisi partikulat serta nitrogen oksida yang lebih rendah, sehingga mendukung efisiensi mesin dan pengoperasian yang lebih bersih untuk transportasi berat.
Baca Juga: Peak Shaving Plant sebagai Inovasi Efisien dan Cegah Blackout
Apa Keunggulan Truk Berbahan Bakar LNG?
Dibandingkan dengan truk berbahan bakar bensin dan solar, truk LNG menawarkan keunggulan yang sulit tercapai oleh jenis kendaraan konvensional.
Lebih Hemat Biaya Operasional
Meskipun investasi awal truk LNG umumnya lebih tinggi dibandingkan truk diesel, kendaraan ini menawarkan potensi biaya operasional yang lebih rendah dalam jangka panjang, terutama pada penggunaan intensif dan jarak jauh.
Di banyak pasar, harga bahan bakar LNG per satuan energi cenderung lebih kompetitif dan relatif lebih stabil dibandingkan solar, sehingga membantu menekan fluktuasi biaya bahan bakar.
Selain itu, mesin berbahan bakar LNG mampu beroperasi dengan efisiensi yang konsisten dan optimal pada rute long-haul dengan load factor tinggi, sehingga memberikan peluang penghematan OPEX yang signifikan bagi operator logistik, transportasi jarak jauh, dan sektor pertambangan.
Emisi Lebih Rendah dan Ramah Lingkungan
Dibandingkan bahan bakar konvensional seperti bensin dan diesel, LNG memiliki keunggulan dari sisi emisi yang lebih rendah.
Truk LNG umumnya menghasilkan emisi CO₂ sekitar 10–20% lebih rendah dibandingkan truk diesel konvensional, serta menunjukkan penurunan signifikan pada emisi nitrogen oksida (Nox).
Selain itu, emisi partikulat halus (PM2.5) dan sulfur oksida (SOx) dari truk LNG sangat rendah hingga mendekati nol karena gas alam hampir tidak mengandung sulfur.
Baca Juga: Virtual Pipeline jadi Inovasi Kirim LNG Tanpa Perlu Jaringan Pipa!
Operasi Lebih Senyap (Low Noise Operation)
Truk berbahan bakar LNG menawarkan operasi yang lebih senyap dibandingkan truk diesel konvensional, karena proses pembakaran gas alam berlangsung lebih halus dan menghasilkan getaran mesin yang lebih rendah.
Dalam praktiknya, tingkat kebisingan truk LNG umumnya tercatat sekitar 3–5 dB lebih rendah dibandingkan mesin diesel.
Mendukung Kebijakan Energi Bersih
Truk LNG sering diposisikan sebagai solusi menuju sistem transportasi yang lebih bersih, karena mampu menurunkan emisi dibandingkan diesel.
Pemanfaatan LNG di sektor transportasi sejalan dengan kebijakan banyak negara yang mendorong diversifikasi energi, pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil beremisi tinggi, serta adopsi bahan bakar yang lebih bersih.
Baca Juga: Integrasi Smart Grid dan LNG sebagai Penggerak Efisiensi Energi
Masa Depan Truk LNG di Industri Transportasi
Masa depan truk LNG di industri transportasi menunjukkan arah yang semakin jelas, seiring meningkatnya adopsi di wilayah seperti Eropa dan Tiongkok, serta mulai berkembangnya penggunaan di sejumlah negara Asia dan Amerika Utara.
Dorongan utama datang dari kebutuhan untuk menekan emisi di sektor transportasi berat tanpa mengorbankan jarak tempuh dan keandalan operasional.
Di Indonesia, peluang pengembangan truk LNG juga cukup besar, mengingat ketersediaan gas domestik yang relatif melimpah. Sebagai negara kepulauan, hadirnya inovasi di sektor transportasi ini bisa menjadi jawaban logistik jarak jauh antar pulau karena menawarkan solusi efisien dan andal.
Dalam kerangka transisi energi, LNG dipandang sebagai bahan bakar jembatan menuju armada nol emisi, karena truk listrik berat dan hidrogen masih menghadapi tantangan besar dari sisi biaya, infrastruktur, dan kesiapan teknologi.
Dengan kondisi tersebut, truk LNG menawarkan solusi yang realistis dan dapat diterapkan dalam waktu dekat, sambil menunggu teknologi kendaraan bebas emisi berkembang lebih matang.
Referensi:
- DoE. Diakses Tahun 2025. How Do Liquefied Natural Gas Trucks Work?
- Reuters. Diakses Tahun 2025. LNG-fuelled trucking accelerates in Asia, denting diesel demand
- Volvo Trucks. Diakses Tahun 2025. New trucks from Volvo running on LNG offer the same performance as diesel, but with 20-100% lower CO₂ emissions
- DHL. Diakses Tahun 2025. LNG and CNG Trucks: How Sustainable are Gas-Powered Trucks in Road Freight?
- The ICCT. Diakses Tahun 2025. LNG trucks: A bridge to nowhere