Selat Hormuz adalah backbone perdagangan energi global. Selat ini bukan hanya sebagai jalur distribusi minyak, tetapi lebih kritis lagi untuk LNG (Liquefied Natural Gas). Menurut data IEA, sekitar 34% perdagangan minyak mentah dunia melintas selat ini.
Sementara untuk LNG, 93% ekspor LNG Qatar dan 96% ekspor LNG UAE harus melewati Selat Hormuz karena inilah jalur satu-satunya untuk menuju pasar global. Inilah yang menjadikan Selat Hormuz bukan sekadar chokepoint terpenting di Timur Tengah, tetapi di seluruh dunia.
Ketika konflik Iran berujung pada penutupan selat ini, dampaknya langsung terasa, mulai dari lonjakan harga gas di pasar Asia dan Eropa, keterlambatan pengiriman kargo, dan ketidakpastian pasokan yang mengguncang industri global.
Apa Peran Strategis Selat Hormuz dalam Perdagangan LNG Global?
Karena menjadi satu-satunya jalur distribusi LNG Timur Tengah ke pasar global, Selat Hormuz jelas memiliki peran penting yang belum bisa tergantikan hingga saat ini, terutama bagi negara seperti Qatar dan Uni Emirat Arab, antara lain:
Jalur Utama Ekspor LNG dari Timur Tengah
Selat Hormuz merupakan jalur maritim yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab, sebelum akhirnya terhubung ke pasar energi global. Negara eksportir LNG yang paling bergantung pada jalur ini adalah Qatar dan UAE.
Sekitar 93% ekspor LNG Qatar dan 96% ekspor LNG UEA transit melalui Selat Hormuz. Pasokan dari kedua negara ini hampir seperlima dari seluruh perdagangan LNG global. Itulah kenapa selat ini sangat penting untuk distribusi LNG dari Timur Tengah.
Menopang Volume Besar Perdagangan LNG Dunia
Pada 2025, Selat Hormuz tercatat sebagai jalur yang menopang volume besar perdagangan LNG global. Lebih dari 110 bcm LNG melewati selat ini sepanjang 2025, setara dengan hampir 20% dari total perdagangan LNG dunia.
Ketika gangguan terjadi di selat tersebut, akan memunculkan ketidakseimbangan supply-demand global. Efeknya bisa memicu kelangkaan pasokan LNG di Asia dan Eropa.
Jalur Penting untuk Pasokan LNG Asia
Mayoritas LNG dari Qatar dan UEA yang melintas Selat Hormuz menuju pasar Asia seperti China, India, dan Korea Selatan. Dikutip dari EIA, ketiga negara tersebut menyerap 52% dari total volume LNG dari Timur Tengah.
Ketergantungan negara-negara Asia terhadap jalur ini sangat tinggi, sehingga Selat Hormuz bukan sekadar jalur distribusi, melainkan menyangkut ketahanan pasokan listrik dan industri secara keseluruhan.
Mempengaruhi Harga LNG Internasional
Mekanisme harga gas global sangat reaktif terhadap sentimen geopolitik yang terjadi di Selat Hormuz. Risiko konflik dapat mendorong harga LNG naik secara drastis bahkan sebelum ada satu kargo pun yang benar-benar terhambat secara fisik.
Pasar bereaksi sangat cepat terhadap setiap ancaman terhadap pasokan dari Qatar. Negara ini menyumbang sekitar 20% ekspor LNG global pada 2025 dan karena biaya produksinya sangat rendah, Qatar menjadi penentu harga dasar (price setter) di pasar LNG Asia.
Konsekuensinya, gangguan sekecil apapun terhadap pasokan Qatar langsung menggerakkan harga benchmark di seluruh pasar.
Baca Juga: Transformasi Kota Berpolusi Menuju Green City, Ini Peran LNG
Apa Risiko Konflik di Selat Hormuz terhadap Pasar LNG?
Gangguan keamanan yang terjadi di Selat Hormuz, seperti konflik militer, serangan drone, ranjau laut, hingga potensi blokade, dapat memperlambat pergerakan kapal LNG dan meningkatkan risiko distribusi energi global.
Dalam situasi seperti ini, premi asuransi perang untuk kapal dan biaya pengiriman biasanya ikut melonjak, sehingga biaya logistik energi menjadi lebih mahal.
Ketika pasokan LNG dari Timur Tengah terganggu, buyer global akan berlomba mencari cargo alternatif dari negara lain, yang pada akhirnya dapat memicu lonjakan harga LNG dalam waktu singkat.
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh importir energi, tetapi juga menjalar ke berbagai sektor industri yang sangat bergantung pada gas alam. Industri seperti smelter, pembangkit listrik, manufaktur berat, keramik, pupuk, hingga pertambangan berisiko menghadapi kenaikan biaya energi atau bahkan gangguan operasional.
Baca Juga: Data Cadangan Batubara Indonesia Terbaru dan Penyebarannya
Apakah Ada Rute Alternatif atau Pemasok Pengganti?
Hingga saat ini belum ada jalur laut alternatif yang mampu menggantikan peran Selat Hormuz untuk ekspor LNG Qatar dalam kapasitas yang setara. Sebagian besar fasilitas ekspor LNG Qatar berada di Teluk Persia, sehingga seluruh pengiriman internasional tetap harus melewati selat tersebut sebelum menuju pasar global.
Karena itu, apabila terjadi gangguan keamanan atau penutupan jalur, solusi yang paling realistis bukan mengalihkan rute pelayaran, melainkan mengganti sumber pasokan LNG dari negara lain.
Kondisi ini membuat negara-negara pengimpor utama LNG dari kawasan Timur Tengah, seperti China, India, Jepang, Korea Selatan, Inggris, Italia, dan Prancis, perlu memperkuat strategi diversifikasi pemasok agar lebih tahan terhadap risiko geopolitik dan gangguan rantai pasok energi global.
Beberapa negara yang berpotensi menjadi alternatif pemasok LNG antara lain Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Indonesia, serta produsen baru di Afrika seperti Mozambik dan Nigeria.
Baca Juga: 5 Negara Penghasil Gas Alam Terbesar Dunia
Bagaimana Peran PGN LNG Indonesia dalam Menjawab Risiko Pasokan?
PGN LNG Indonesia dapat membantu perusahaan memperoleh solusi pasokan LNG yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan operasional di tengah ketidakpastian pasar energi global.
Peran PGN LNG Indonesia sebagai penyedia LNG di seluruh Nusantara menjadi penting ketika terjadi gangguan rantai pasok internasional, termasuk risiko geopolitik yang memengaruhi jalur distribusi energi dunia.
Melalui dukungan infrastruktur LNG seperti terminal penerima, fasilitas regasifikasi, storage, serta jaringan distribusi, perusahaan memiliki akses energi yang lebih terjaga sehingga kontinuitas operasional dapat tetap berjalan.
Ketersediaan infrastruktur domestik juga membantu mempercepat penyaluran energi ke berbagai sektor industri yang membutuhkan pasokan stabil dan berkelanjutan.
Selain menjaga kontinuitas pasokan, kerja sama dengan penyedia LNG domestik dapat membantu perusahaan melakukan diversifikasi sumber energi dan mengurangi ketergantungan pada satu jalur atau pemasok tertentu.
Ingin tahu bagaimana PGN LNG Indonesia bisa memberikan solusi terhadap kebutuhan energi untuk perusahaan Anda? Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini: Penyedia LNG di Indonesia.
Referensi:
- IEA. Diakses Tahun 2026. Strait of Hormuz Factsheet
- Reuters. Diakses Tahun 2026. Qatar’s Role in The Global Gas Qatar’s Role in The Global Gas Market
- EIA. Diakses Tahun 2026. About one-fifth of global liquefied natural gas trade flows through the Strait of Hormuz