Lokasi Seperti Apa yang Cocok untuk PLTS Terapung?

03 Nov 26
lokasi-seperti-apa-yang-cocok-untuk-plts-terapung

Indonesia memiliki potensi energi surya yang besar, sehingga pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi salah satu peluang untuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan.

PLTS tidak hanya dapat dibangun di daratan, tetapi juga di atas permukaan badan air, terutama waduk dan danau. Sistem ini kemudian dikenal sebagai PLTS terapung atau floating photovoltaic (FPV).

Namun, tidak semua badan air cocok untuk FPV karena instalasi di atas air perlu mempertimbangkan perubahan muka air, angin, gelombang, serta kondisi lingkungan di sekitarnya. Lalu, seperti apa karakteristik lokasi yang sesuai untuk PLTS terapung dan apa saja yang perlu diperhatikan?

Apa Itu PLTS Terapung? 

PLTS terapung merupakan sistem pembangkit listrik yang menggunakan panel surya pada struktur terapung di permukaan badan air. Panel surya menangkap radiasi matahari untuk menghasilkan listrik arus searah (DC). Listrik ini kemudian diubah oleh inverter menjadi listrik arus bolak-balik (AC), sehingga dapat digunakan oleh peralatan listrik atau disalurkan ke jaringan listrik.

Struktur terapung pada PLTS tidak hanya berfungsi sebagai tempat memasang panel surya, tetapi juga harus dirancang agar instalasi dapat beroperasi dengan baik di atas badan air.

Perubahan muka air, angin, dan gelombang dapat memengaruhi posisi serta pergerakan struktur. Karena itu, desain struktur dan sistem tambat perlu disesuaikan dengan kondisi lokasi agar instalasi tetap berada pada posisi yang direncanakan.

Salah satu contoh penerapannya adalah PLTS Terapung Cirata di Waduk Cirata, Jawa Barat, yang memiliki kapasitas 192 MWp dan telah beroperasi secara komersial sejak November 2023.

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan PLTS sebagai Sumber Energi?

Apa Bedanya PLTS Terapung dengan PLTS di Darat?

Perbedaan utama PLTS terapung dan PLTS darat terletak pada lokasi pemasangan dan kondisi lingkungan yang dihadapi. PLTS darat dipasang di permukaan lahan, sedangkan PLTS terapung menggunakan struktur yang mengapung di badan air.

Karena itu, PLTS terapung membutuhkan pelampung atau ponton untuk menopang panel surya serta sistem tambat untuk menjaga posisi instalasi ketika angin, arus, atau perubahan muka air memengaruhi struktur.

Kondisi badan air juga perlu diperhatikan karena gelombang, kelembapan, dan paparan air dapat memengaruhi kestabilan struktur serta meningkatkan risiko korosi pada komponen tertentu.

Perbedaan lokasi pemasangan juga memengaruhi cara pengoperasian dan pemeliharaan PLTS. Pada PLTS terapung, petugas perlu mengakses panel dan komponen listrik melalui jalur atau sarana akses di atas badan air.

Oleh karena itu, keselamatan kerja, kemudahan akses, dan metode pemeliharaan perlu dipertimbangkan sejak tahap desain.

Lokasi Seperti Apa yang Cocok untuk PLTS Terapung? 

Pemilihan lokasi PLTS terapung tidak bisa hanya mengacu pada ketersediaan ruang atau potensi sinar matahari, tetapi juga harus mempertimbangkan karakteristik badan air, kebutuhan struktur pendukung, dan kelayakan akses untuk operasional jangka panjang.

Faktor tersebut saling berkaitan karena menentukan apakah instalasi dapat dibangun dengan aman, menghasilkan listrik secara optimal, dan beroperasi sesuai kebutuhan. Berikut kriteria lokasi yang cocok untuk pengembangan FPV.

Memiliki Permukaan Air dan Kondisi Badan Air yang Sesuai 

Lokasi PLTS terapung dapat berupa waduk, danau, atau badan air lain yang memenuhi persyaratan teknis dan peraturan yang berlaku. Luas permukaan air perlu mencukupi untuk menampung kapasitas pembangkit yang direncanakan.

Kedalaman dan kondisi dasar badan air juga perlu diperiksa karena keduanya memengaruhi rancangan sistem tambat dan jangkar yang menjaga posisi struktur terapung.

Memiliki Kondisi Air, Angin, dan Gelombang yang Dapat Ditangani 

Perubahan permukaan air, arus, gelombang, dan angin perlu dianalisis sebelum pembangunan PLTS terapung karena faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi kestabilan struktur dan sistem tambat.

Sistem tambat harus mampu mengakomodasi setiap perubahan permukaan air, arus, dan gelombang karena perubahan tersebut dapat menyebabkan struktur bergerak serta menambah beban pada komponen instalasi.

Jika pergerakan tersebut tidak diperhitungkan dengan baik, keandalan sistem dan kinerja pembangkit dapat terganggu.

Mendapatkan Paparan Matahari yang Memadai 

PLTS terapung membutuhkan radiasi matahari yang memadai agar panel dapat menghasilkan listrik sesuai potensi lokasi.

Karena itu, penilaian perlu mencakup potensi energi surya sekaligus bayangan dari bukit, pepohonan, bangunan, atau struktur lain di sekitar badan air yang dapat mengurangi paparan sinar matahari pada panel.

Hasil penilaian ini digunakan untuk memperkirakan produksi listrik dan membantu menentukan kapasitas pembangkit.

Tidak Mengganggu Fungsi Utama Badan Air 

Sebelum suatu badan air dimanfaatkan untuk PLTS terapung, fungsi utamanya perlu diidentifikasi, misalnya sebagai waduk pembangkit listrik tenaga air, penyedia air baku, sarana irigasi, atau pengendali banjir.

Pemasangan panel dan struktur terapung harus disesuaikan dengan kebutuhan tersebut agar tidak menghambat kegiatan operasional, mengganggu akses pengelolaan, atau menimbulkan dampak lingkungan.

Di Indonesia, pemerintah telah mengidentifikasi potensi pengembangan PLTS terapung di danau dan bendungan, serta mendorong pemanfaatan permukaan waduk dengan tetap memperhatikan aspek pengelolaannya.

Memiliki Akses ke Jaringan Listrik 

Badan air yang memenuhi persyaratan teknis belum tentu menjadi lokasi ideal jika listrik yang dihasilkan sulit disalurkan ke jaringan atau pusat konsumsi.

Karena itu, perencanaan perlu mempertimbangkan jarak ke jaringan transmisi atau distribusi, ketersediaan gardu, serta kapasitas jaringan untuk menerima tambahan listrik dari pembangkit.

Selain itu, akses fisik ke lokasi diperlukan untuk mengangkut material, melaksanakan konstruksi, dan melakukan inspeksi serta pemeliharaan. Pertimbangan ini juga tercakup dalam panduan perencanaan PLTS terapung di Indonesia, yang memasukkan infrastruktur jaringan dan akses lokasi sebagai bagian dari penilaian kelayakan.

Baca Juga: PLTS Hybrid Solusi Hemat Listrik atau Hanya Tren?

Bagaimana PLTS Terapung Dapat Mendukung Kebutuhan Energi Industri? 

PLTS terapung dapat menjadi salah satu sumber energi dalam bauran energi perusahaan, terutama bagi fasilitas industri yang memiliki badan air potensial di sekitar area operasional.

Pemanfaatannya memungkinkan perusahaan menghasilkan listrik dari energi surya tanpa sepenuhnya bergantung pada ketersediaan lahan untuk memasang panel. Namun, produksi listrik PLTS bergantung pada radiasi matahari sehingga dapat menurun ketika cuaca mendung dan berhenti pada malam hari.

Bagi industri yang membutuhkan pasokan energi secara kontinu, kondisi ini membuat PLTS perlu dipadukan dengan sumber energi lain agar kebutuhan operasional tetap terpenuhi ketika produksi listrik tenaga surya tidak mencukupi.

Salah satu opsi pelengkap yang dapat dipertimbangkan adalah Liquefied Natural Gas (LNG), yaitu gas alam yang dicairkan untuk memudahkan penyimpanan dan distribusinya. Setelah melalui proses regasifikasi, LNG dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik atau peralatan industri.

Agar kombinasi PLTS terapung dan LNG dapat mendukung kebutuhan energi industri, perusahaan perlu mempertimbangkan solusi penyediaan energi yang sesuai dengan karakteristik operasional dan lokasi fasilitasnya.

Hal ini terutama penting bagi industri yang membutuhkan pasokan listrik secara stabil, termasuk ketika produksi listrik tenaga surya menurun akibat kondisi cuaca atau tidak tersedia pada malam hari.

PGN LNG Indonesia menyediakan solusi LNG yang mencakup penyediaan, penyimpanan, distribusi, dan regasifikasi untuk mendukung kebutuhan energi industri.

Melalui layanan tersebut, perusahaan dapat mengeksplorasi pemanfaatan LNG sebagai salah satu opsi sumber energi pelengkap dengan mempertimbangkan kebutuhan pembangkit, kesiapan infrastruktur, dan pola konsumsi energi di lokasi operasional.

Cari tahu bagaimana solusi LNG dapat melengkapi strategi penyediaan energi perusahaan Anda. Simak layanan kami selengkapnya di sini: Penyedia LNG di Indonesia.

 

Referensi

  • ESDM. Diakses Tahun 2026. Pemerintah Optimalkan Potensi PLTS Terapung 14 GW
  • ESDM. Diakses Tahun 2026. Kementerian PUPR Beri Lampu Hijau Optimalisasi PLTS Terapung di Permukaan Waduk
  • IESR. Diakses Tahun 2026. PLTS Terapung Cirata
  • IEA. Diakses Tahun 2026. Fact Sheet Floating Photovoltaic Power Plants

 

Bagikan Artikel
Berita Lainnya