Tanpa LNG, Upaya Carbon Neutral Sulit Tercapai? Cek Faktanya!

Web Editor
12/01/2026
carbon-neutral

Sebagai bentuk nyata dalam merespons perubahan iklim, diperlukan kebijakan yang ketat untuk mengontrol emisi gas rumah kaca.

Target net zero emissions terkadang menimbulkan tantangan besar yang membuatnya sulit direalisasikan dalam jangka pendek.

Dalam konteks tersebut, pendekatan carbon neutral kerap dipandang lebih realistis untuk tahap transisi, khususnya jika diintegrasikan dengan penggunaan sumber energi yang relatif lebih rendah emisi, seperti Liquefied Natural Gas (LNG).

Mengapa LNG punya peran sedemikian penting? Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini.

Apa Itu Carbon Neutral?

Carbon neutral adalah kondisi ketika total emisi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida yang dinyatakan dalam CO₂ ekuivalen (CO₂e), yang dihasilkan oleh suatu entitas diseimbangkan melalui pengurangan emisi dan mekanisme penyerapan atau kompensasi karbon sehingga emisi bersihnya menjadi nol.

Konsep ini sering digunakan sebagai target keberlanjutan oleh perusahaan, produk, atau negara, dengan cakupan emisi yang dapat meliputi emisi langsung, emisi dari penggunaan energi, hingga emisi tidak langsung lainnya. Penetapannya tergantung pada standar dan komitmen yang digunakan.

Baca Juga: Mampukah Bioenergi Menggantikan Energi Fosil?

Apa Perbedaan Carbon Neutral vs Net Zero?

Carbon neutral dan net zero emissions sering disalahartikan sebagai tujuan yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam konsep, ruang lingkup emisi, dan pendekatan pengurangan emisi.

Memahami perbedaan ini penting bagi perusahaan untuk menyusun strategi dekarbonisasi yang tepat.

Ruang Lingkup Emisi

Dalam hal ruang lingkup emisi, carbon neutral umumnya berfokus pada penyeimbangan emisi gas rumah kaca. Umumnya dapat mencakup emisi langsung dan energi, serta dalam beberapa kasus emisi rantai nilai, tergantung standar yang digunakan.

Sementara itu, net zero memiliki pendekatan yang lebih komprehensif dengan menargetkan seluruh gas rumah kaca dan seluruh rantai nilai perusahaan, serta menekankan pengurangan emisi secara mendalam sebelum menetralkan sisa emisi yang tidak dapat dieliminasi.

Pendekatan Pengurangan Emisi

Perbedaan utama antara carbon neutral dan net zero emission terletak pada pendekatan pengurangan emisi dan peran kompensasi karbon.

Carbon neutral relatif lebih fleksibel karena memungkinkan penyeimbangan emisi melalui offset tanpa persyaratan pengurangan internal yang sangat ketat.

Sebaliknya, net zero menerapkan pendekatan yang jauh lebih ketat dengan menempatkan pengurangan emisi internal sebagai prioritas utama hingga mencapai tingkat yang sangat rendah.

Offset, terutama berbasis carbon removal, hanya digunakan untuk menetralkan emisi residual yang benar-benar sulit dihilangkan.

Apa Artinya bagi Perusahaan?

Bagi perusahaan, carbon neutral sering dipandang sebagai target yang relatif lebih mudah dicapai dalam jangka dekat hingga menengah untuk menunjukkan komitmen terhadap aksi iklim, sekaligus sebagai langkah awal dalam pengelolaan emisi.

Sementara itu, net zero merupakan target jangka panjang yang bersifat strategis dan menuntut pengurangan emisi secara mendalam melalui perubahan model bisnis, investasi pada teknologi rendah karbon, serta keterlibatan aktif seluruh rantai nilai perusahaan.

Baca Juga: Jejak Karbon Meningkat, LNG Hadir Sebagai Penyelamat

Bagaimana Cara Mencapai Carbon Neutral?

Untuk bisa mencapai carbon neutral bisa dilakukan melalui kombinasi dari tiga strategi utama, yaitu:

Mengurangi Emisi dari Sumber Energi

Pengurangan emisi dari sumber energi dapat dilakukan melalui kombinasi efisiensi energi dan peralihan ke sumber energi yang lebih rendah emisi.

Perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dengan mengadopsi teknologi dan proses yang membutuhkan lebih sedikit energi untuk menghasilkan output yang sama.

Selain itu, penggantian bahan bakar dari batu bara ke gas alam atau energi terbarukan dapat membantu menurunkan intensitas emisi sebagai bagian dari upaya menuju carbon neutral.

Mengurangi Emisi dari Operasional

Pengurangan emisi dari operasional dilakukan melalui berbagai upaya internal yang bertujuan menekan konsumsi energi dan emisi secara langsung.

Langkah-langkah tersebut meliputi:

  • Audit energi untuk mengidentifikasi sumber emisi terbesar.
  • Optimalisasi proses industri guna mengurangi kebutuhan panas dan bahan bakar.
  • Elektrifikasi bertahap pada peralatan dan armada.

Mengimbangi Emisi yang Tersisa dengan Offset

Sisa emisi yang sangat sulit dihilangkan dengan teknologi saat ini dapat diimbangi melalui mekanisme offset karbon, khususnya untuk klaim carbon neutral dan secara terbatas dalam konteks net zero.

Offset dilakukan dengan membeli kredit karbon dari proyek berkualitas tinggi, seperti reforestasi, pengelolaan hutan berkelanjutan, atau carbon removal berbasis teknologi.

Penggunaan standar kredibel seperti Verra (VCS) atau Gold Standard penting untuk memastikan kredit yang digunakan memenuhi prinsip additionality, terukur, dan terverifikasi.

Baca Juga: Flue Gas Desulfurization Ampuh Tekan Emisi, Tapi Punya Risiko

Bagaimana Peran LNG dalam Upaya Carbon Neutral?

Meskipun bukan menjadi satu-satunya solusi, LNG tetap memainkan peran penting dalam percepatan pencapaian carbon neutral, khususnya di sektor industri dan energi yang saat ini masih sulit untuk sepenuhnya beralih ke energi terbarukan.

Peran LNG di sini sebagai langkah antara untuk menurunkan intensitas emisi dalam jangka pendek sambil menyiapkan transisi menuju sistem energi terbarukan.

Kelebihan LNG dalam Strategi Carbon Neutral

LNG memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan bahan bakar fosil konvensional, antara lain:

  • Emisi CO₂ lebih rendah 20–30% dibandingkan minyak bumi dan 40–50% lebih rendah dibandingkan batu bara.
  • Pengurangan emisi Scope 1 yang relatif cepat (quick wins).
  • Keandalan pasokan energi untuk menjaga kontinuitas operasional.

Bagi perusahaan yang berada pada tahap awal transisi, penggunaan LNG sebagai pengganti bahan bakar dengan intensitas emisi tinggi dapat menjadi pendekatan realistis untuk mencapai target carbon neutral dalam jangka pendek.

Baca Juga: Carbon Capture and Storage Jadi Gimmick Hijau? Simak Faktanya!

Posisi LNG dalam Strategi Carbon Neutral

Penting untuk dipahami bahwa LNG bukanlah solusi akhir menuju net zero emissions. LNG berperan sebagai energi transisi (bridge fuel) yang menjembatani perpindahan dari bahan bakar fosil beremisi tinggi menuju sistem energi yang didominasi oleh energi terbarukan.

Posisi LNG akan optimal jika disertai dengan upaya pengurangan emisi internal secara maksimal, seperti peningkatan efisiensi energi, elektrifikasi proses, serta penerapan teknologi rendah karbon.

Dalam kerangka ini, penggunaan offset karbon sebaiknya dibatasi hanya untuk menutupi sisa emisi yang secara teknis belum dapat dieliminasi.

Dengan pendekatan tersebut, pernyataan bahwa tanpa LNG pencapaian carbon neutral akan sulit bagi sektor industri tertentu dalam jangka pendek dapat dinilai valid.

LNG menyediakan jembatan pragmatis yang memungkinkan perusahaan menurunkan emisi dengan cepat, sambil memberikan waktu untuk mengembangkan teknologi, infrastruktur, dan sistem energi terbarukan yang diperlukan guna mencapai target net zero dalam jangka panjang.

 

Referensi:

  • European Parliament. Diakses Tahun 2025. What is carbon neutrality and how can it be achieved by 2050?
  • ASEAN. Diakses Tahun 2025. ASEAN Strategy for Carbon Neutrality
  • Kementerian ESDM. Diakses Tahun 2025. Menteri ESDM: Implementasi Karbon Netral Harus Transparan dan Akuntabel
  • Kementerian ESDM. Diakses Tahun 2025. COP ke-26, Menteri ESDM Sampaikan Komitmen Indonesia Capai Net Zero Emission
  • IBM. Diakses Tahun 2025. What is carbon neutrality?