Selain Fosil, Ini Sumber Energi Tak Terbarukan yang Masih Digunakan

admin_pgnlng
24/12/2025
contoh-energi-tak-terbarukan

Energi adalah kebutuhan fundamental bagi kehidupan modern. Hampir seluruh aktivitas manusia, mulai dari transportasi, industri, hingga kebutuhan rumah tangga, masih mengandalkan pasokan energi yang stabil

Saat ini, energi tak terbarukan masih mendominasi bauran energi nasional di Indonesia, sehingga berperan penting dalam memenuhi kebutuhan energi.

Namun, penggunaannya menciptakan dampak negatif, terutama emisi karbon yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Apa Itu Energi Tak Terbarukan?

Energi tak terbarukan adalah energi yang berasal dari sumber daya alam yang jumlahnya terbatas dan membutuhkan waktu jutaan tahun untuk terbentuk kembali.

Karena tidak dapat diperbarui dalam skala waktu manusia, energi jenis ini bisa habis jika dieksploitasi terus-menerus.

Sumber energi tak terbarukan umumnya mudah diakses dan mampu menghasilkan energi dalam jumlah besar. Namun, penggunaannya membawa risiko tinggi, mulai dari kerusakan lingkungan hingga emisi gas rumah kaca yang mempercepat perubahan iklim.

Baca Juga: Ternyata Ini Bedanya Energi Terbarukan vs Tak Terbarukan

Apa Saja Contoh Energi Tak Terbarukan?

Berikut ini adalah jenis-jenis energi tak terbarukan yang hingga kini masih digunakan secara luas di berbagai sektor industri dan kehidupan sehari-hari.

1. Minyak Bumi 

Minyak bumi merupakan sumber energi tak terbarukan yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Minyak ini terbentuk dari sisa-sisa organisme laut yang terkubur dan mengalami tekanan serta panas selama jutaan tahun.

Karena sejarah geologis tersebut, keberadaannya sangat terbatas dan hanya dapat ditemukan di area-area tertentu.

Minyak bumi dapat diproses menjadi berbagai produk seperti bensin, solar, avtur, pelumas, hingga bahan baku plastik.

Minyak bumi menjadi tulang punggung sektor transportasi global dan mendukung industri kimia serta manufaktur. Namun, ketergantungan ini juga membuat banyak negara rentan terhadap fluktuasi harga minyak dunia.

2. Batu Bara 

Batu bara terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan purba yang mengalami proses geologis selama jutaan tahun. Batu bara memiliki kandungan karbon tinggi sehingga mampu menghasilkan energi besar saat dibakar.

Karena sifat ini, batu bara menjadi sumber utama pembangkit listrik di banyak negara, terutama negara berkembang.

Selain untuk pembangkit listrik, batu bara digunakan dalam industri baja dan semen. Meski efektif dan relatif murah, penggunaan batu bara menjadi salah satu penyumbang terbesar emisi karbon global.

Baca Juga: Ini Kelebihan dan Kekurangan Batu Bara sebagai Energi

3. Gas Alam 

Gas alam merupakan bahan bakar fosil yang sebagian besar terdiri dari metana. Gas ini terbentuk dari sisa-sisa organisme laut yang terperangkap di bawah tanah dan mengalami proses geologis selama jutaan tahun.

Dibandingkan batu bara dan minyak bumi, gas alam menghasilkan emisi yang lebih rendah sehingga dianggap sebagai sumber energi transisi.

Gas alam digunakan untuk pembangkit listrik, pemanas ruangan, hingga bahan bakar kendaraan (CNG dan LNG). Industri kimia juga memanfaatkan gas alam sebagai bahan baku produksi pupuk dan plastik.

4. Nuklir 

Energi nuklir berasal dari pemecahan inti atom uranium melalui proses fisi. Uranium merupakan sumber daya yang terbatas sehingga energi nuklir dikategorikan sebagai energi tak terbarukan.

Meski demikian, energi nuklir sangat efisien dan mampu menghasilkan listrik dalam jumlah besar tanpa menghasilkan emisi karbon langsung.

Penggunaan energi nuklir menuntut keamanan tinggi karena potensi risiko kecelakaan reaktor dan limbah radioaktif yang harus disimpan dalam jangka waktu sangat panjang. Insiden besar seperti Chernobyl dan Fukushima menjadi pengingat bahwa energi ini memiliki konsekuensi serius jika tidak dikelola dengan benar.

5. Shale Oil 

Shale oil adalah minyak yang diperoleh dari batuan serpih yang mengandung kerogen. Ekstraksinya memerlukan pemanasan atau fracking untuk mengeluarkan minyak dari batuan.

Karena prosesnya lebih rumit dan mahal, shale oil biasanya menjadi pilihan ketika harga minyak dunia sedang tinggi.

Produksi shale oil dapat meningkatkan pasokan energi, terutama di negara yang memiliki cadangan besar seperti Amerika Serikat. Namun, metode ekstraksinya berpotensi mencemari air tanah dan merusak ekosistem, sehingga pemanfaatannya sering menjadi perdebatan.

Baca Juga: 5 Jeni Polusi dari Energi Fosil

Apa Manfaat Energi Tak Terbarukan?

Energi tak terbarukan masih digunakan karena menawarkan berbagai keunggulan yang belum sepenuhnya dapat digantikan oleh energi terbarukan.

Energi jenis ini mampu menyediakan pasokan besar dan stabil yang sangat dibutuhkan untuk mendukung industri besar, pembangkit listrik, dan transportasi.

Selain itu, infrastruktur dan teknologi yang digunakan untuk mengekstraksi serta memproses energi ini sudah sangat matang sehingga efisien untuk dioperasikan.

Beberapa manfaat utamanya meliputi:

  • Mendukung pertumbuhan ekonomi karena mampu menyediakan energi dalam skala besar untuk industri, transportasi, dan manufaktur.
  • Menjamin kontinuitas pasokan energi, sehingga aktivitas masyarakat dan sektor vital dapat tetap berjalan tanpa gangguan.
  • Memungkinkan harga energi yang kompetitif, sehingga biaya produksi barang dan layanan bisa tetap terjangkau.

Baca Juga: Manfaat Batu Bara dan Ancaman Risikonya

Apa Dampak Energi Tak Terbarukan?

Meski memiliki banyak manfaat, energi tak terbarukan memberi dampak lingkungan yang besar. Pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan emisi gas rumah kaca yang mempercepat pemanasan global.

Selain itu, proses ekstraksi seperti penambangan dan fracking dapat merusak ekosistem, mencemari air, dan memengaruhi kesehatan masyarakat sekitar.

Dampak utama yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Emisi CO₂ dan metana yang memperburuk perubahan iklim.
  • Kerusakan lingkungan akibat penambangan dan pengeboran.
  • Risiko bencana lingkungan, seperti tumpahan minyak dan kecelakaan reaktor nuklir.

Karena faktor-faktor ini, banyak negara kini mempercepat pengembangan energi terbarukan untuk mendukung masa depan energi yang lebih bersih.

Energi tak terbarukan memang masih menjadi tulang punggung kebutuhan energi dunia saat ini. Namun, keterbatasan sumber daya dan dampak lingkungannya menjadikan penggunaannya tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Karena itu, percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan menjadi langkah penting bagi masa depan.

Sebagai perusahaan yang berfokus pada penyediaan energi bersih, PGN LNG Indonesia berperan mendukung transisi tersebut melalui penyediaan gas alam cair (LNG) yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil lainnya.

Dengan menghadirkan solusi energi yang lebih efisien dan rendah emisi, PGN LNG Indonesia berkomitmen untuk berkontribusi pada pembangunan masa depan energi yang lebih hijau dan berkelanjutan.