Sebagai negara yang terletak di kawasan Ring of Fire (Cincin Api Pasifik), Indonesia memiliki kondisi geologi yang sangat mendukung terbentuknya sumber daya panas bumi (geothermal).
Berdasarkan data Kementerian ESDM pada 2026, Indonesia memiliki potensi panas bumi sekitar 23,2 GW yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Potensi tersebut menjadikan panas bumi sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang terus dikembangkan di Indonesia.
Sebagai pembangkit listrik, panas bumi memiliki keunggulan berupa kemampuan memasok listrik secara kontinu. Namun, jika panas bumi terus dieksploitasi dan dimanfaatkan dalam jangka panjang, apakah energi ini benar-benar dapat diperbarui?
Apakah Energi Panas Bumi Dapat Diperbarui?
Ya, energi panas bumi termasuk sumber energi terbarukan karena memanfaatkan panas internal bumi yang terus tersedia melalui proses alami.
Namun, terbarukan bukan berarti sumber daya pada setiap reservoir dapat dimanfaatkan tanpa batas. Jika fluida diambil lebih cepat daripada kemampuan reservoir mempertahankan pasokan dan tekanannya, produksi panas bumi dapat menurun.
Karena itu, keberlanjutannya bergantung pada karakteristik reservoir, tingkat produksi, dan ketersediaan aliran fluida alami atau recharge.
Salah satu upaya menjaga keberlanjutan produksi adalah reinjeksi fluida, yaitu mengalirkan kembali fluida yang telah digunakan ke dalam reservoir melalui sumur injeksi untuk membantu menjaga keseimbangan fluida dan tekanan.
Proses ini tidak mengisi kembali panas bumi secara instan karena pemulihan kondisi termal tetap bergantung pada karakteristik reservoir dan perpindahan panas alami.
Baca Juga: Ini Kandungan Batu Bara yang Picu Emisi
Seberapa Andal Energi Panas Bumi untuk Memenuhi Kebutuhan Energi?
Energi panas bumi memiliki keunggulan berupa kemampuan menghasilkan listrik secara kontinu, termasuk pada malam hari atau ketika kondisi cuaca berubah, sehingga dapat menjadi opsi sebagai sumber energi yang andal.
Kondisi tersebut jelas berbeda dengan energi surya dan angin yang produksinya bergantung pada ketersediaan sinar matahari dan kecepatan angin, sehingga output energinya cenderung berubah-ubah.
Menurut International Renewable Energy Agency (IRENA), pembangkit panas bumi yang mulai beroperasi pada 2024 mencatat rata-rata menghasilkan listrik setara dengan 88% dari kapasitas maksimumnya.
Karakteristik tersebut membuat panas bumi berpotensi menjadi sumber listrik andal untuk memenuhi kebutuhan energi secara berkelanjutan.
Bagi industri yang membutuhkan pasokan energi kontinu, keandalan panas bumi tetap perlu dinilai berdasarkan ketersediaan sumber daya di lokasi, kapasitas yang dapat dipasok, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan operasional.
Apa Saja Tantangan Pengembangan Energi Panas Bumi?
Meskipun Indonesia memiliki potensi panas bumi yang besar, tidak seluruh sumber daya tersebut dapat langsung dimanfaatkan.
Pengembangan panas bumi bergantung pada kondisi geologi dan karakteristik reservoir di lokasi tertentu, sehingga sumber dayanya tidak selalu berada dekat dengan kawasan industri atau pusat kebutuhan listrik.
Selain itu, eksplorasi membutuhkan investasi awal yang besar dan menghadapi risiko ketidakpastian kondisi bawah permukaan. Pengembangannya juga memerlukan infrastruktur pendukung untuk menyalurkan energi dari lokasi sumber daya ke wilayah yang membutuhkan.
Berbagai tantangan tersebut menunjukkan bahwa potensi energi yang besar belum tentu menjamin ketersediaan pasokan di setiap lokasi.
Karena itu, perusahaan perlu mempertimbangkan kesiapan proyek, infrastruktur, dan kebutuhan operasional saat memilih sumber energi, termasuk kemungkinan mengombinasikan panas bumi dengan sumber energi lain untuk mendukung kontinuitas pasokan.
Baca Juga: Apa Kekurangan dan Kelebihan Energi Terbarukan untuk Industri?
Mengapa Perusahaan Perlu Mempertimbangkan Bauran Sumber Energi?
Perusahaan perlu mempertimbangkan bauran sumber energi agar kebutuhan operasional dapat terpenuhi secara andal sekaligus mendukung target transisi energi.
Pemilihan sumber energi perlu disesuaikan dengan ketersediaan pasokan di lokasi, kontinuitas pasokan, kapasitas yang dibutuhkan, kesiapan infrastruktur, karakteristik operasional, dan target pengurangan emisi perusahaan.
Pertimbangan ini penting karena setiap sumber energi memiliki karakteristik pasokan dan kebutuhan infrastruktur yang berbeda.
Salah satu pendekatan yang dapat dipertimbangkan adalah mengombinasikan beberapa sumber energi sesuai kebutuhan operasional. Dalam hal ini, gas alam dalam bentuk Liquefied Natural Gas (LNG) dapat menjadi opsi pelengkap, terutama bagi fasilitas industri yang membutuhkan pasokan energi yang andal.
LNG dapat mendukung pemenuhan kebutuhan energi tanpa harus diposisikan sebagai pengganti langsung energi panas bumi. Pendekatan ini sekaligus menjadi bagian dari strategi bauran energi perusahaan untuk menjaga keandalan pasokan dan mendukung upaya pengurangan emisi.
Baca Juga: Ini Gas Penyebab Pencemaran Udara dari Batu Bara
LNG sebagai Opsi Pendukung Kebutuhan Energi Industri
LNG dapat menjadi salah satu opsi dalam bauran energi industri karena memungkinkan gas alam didistribusikan ke lokasi yang belum terjangkau jaringan pipa gas. Setelah diangkut dalam bentuk cair, LNG dapat disimpan dan diubah kembali menjadi gas melalui proses regasifikasi sebelum digunakan.
Fleksibilitas distribusi ini dapat membantu perusahaan memperoleh pasokan gas bumi, termasuk untuk mendukung kebutuhan energi termal dan pembangkitan listrik.
Dalam mendukung operasional industri, LNG dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber energi untuk membantu menjaga kontinuitas pasokan.
Namun, pemanfaatan LNG sebagai bagian dari diversifikasi energi perlu didukung oleh sistem penyediaan yang sesuai dengan kebutuhan dan lokasi operasional perusahaan. Ketersediaan pasokan, fasilitas penyimpanan, serta proses distribusi dan regasifikasi menjadi aspek penting agar gas bumi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan industri.
PGN LNG Indonesia menyediakan solusi LNG yang mencakup rantai pasok, mulai dari penyediaan hingga distribusi dan regasifikasi, untuk mendukung kebutuhan energi berbagai sektor industri. Dengan dukungan layanan tersebut, perusahaan dapat menjaga keandalan pasokan energi untuk kebutuhan operasionalnya.
Kenali bagaimana solusi LNG kami mampu mendukung kebutuhan energi industri Anda. Simak penjelasan lengkapnya di sini: Penyedia LNG di Indonesia.
Referensi
- ESDM. Diakses Tahun 2026. Geothermal Energy to Support Maleo Conservation
- ESDM. Diakses Tahun 2026. Indonesia Siap Jadi Negara Produsen Listrik Panas Bumi Terbesar Dunia
- IEA. Diakses Tahun 2026. The Future of Geothermal Energy
- IRENA. Diakses Tahun 2026. Renewable Power Generation Costs in 2024
- EIA. Diakses Tahun 2026. Geothermal explained